Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, PLN Group dan Pemprov Jabar Gelar Aksi Restorasi Sungai Cikapundung
Rabu, 10 Juni 2026
Bandung - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli menggelar aksi nyata pelestarian alam yang berfokus pada pemulihan aliran sungai di Kota Bandung. Mengusung tema besar "Inspirasi Alam untuk Masa Depan Cikapundung yang Berkelanjutan - Bumi Dipijak Langit Dijunjung", agenda ini merefleksikan komitmen mendalam korporasi terhadap kelestarian ekosistem. Gerakan kolaboratif tersebut dilaksanakan bertepatan pada Rabu, 10 Juni 2026, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB.
Guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian agenda, pelaksanaan kegiatan tahun ini didelegasikan kepada PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) sebagai penyelenggara utama. Tidak bergerak sendiri, PLN UIT JBT berkolaborasi erat dengan PLN Energy Management Indonesia (EMI) serta didukung penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Aliansi strategis ini mempertegas keseriusan lintas sektor dalam mengawal isu perubahan iklim secara struktural.
Sinergi internal di tubuh PLN juga terlihat sangat solid dengan hadirnya unit-unit wilayah sebagai undangan. Manajemen dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bandung turut turun ke lapangan memberikan dukungan moral dan operasional. Kehadiran lintas unit kerja ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan telah melekat menjadi budaya kerja yang nyata di seluruh lini PLN Group.
Kegiatan ini berpusat di kawasan Sungai Cika-Cika, yang merupakan wilayah pertemuan aliran Cikapundung dan Cikalapa, dengan titik kumpul utama di Dago Tea House, Bandung. Lokasi ini dipilih secara strategis karena menjadi salah satu titik krusial penataan daerah aliran sungai perkotaan. Mengikuti arahan panitia, sekitar 150 peserta yang terdiri dari pegawai PLN, perwakilan pemerintah, komunitas lokal, dan stakeholder terkait tampak kompak mengenakan kaos kegiatan kasual serta membawa tumbler pribadi demi meminimalisasi sampah plastik sekali pakai.
Sebagai pembuka dari seluruh rangkaian acara, para peserta terlebih dahulu diajak menyusuri bantaran sungai dalam sub-kegiatan One Hour Walking Tour untuk melihat langsung kondisi ekosistem lokal. Menariknya, sebelum ceremonial pembukaan resmi dimulai, seluruh peserta langsung bergerak melakukan aksi fisik berupa River Clean Up di sepanjang aliran Sungai Cika-Cika. Aksi bersih-bersih ini ditujukan sebagai langkah konkret memotong mata rantai pencemaran sampah sekaligus mengembalikan fungsi ekologis sungai.
Sembari melakukan aksi pungut sampah di area sungai, para peserta dan warga setempat juga mendapatkan Edukasi Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan mengenai pemanfaatan eco enzyme. Melalui sesi praktis ini, peserta diajarkan cara mengolah limbah organik dapur menjadi cairan fermentasi multifungsi yang ramah lingkungan. Inovasi sederhana ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi masyarakat sekitar untuk mulai melakukan gerakan pengelolaan sampah mandiri yang berkelanjutan dari rumah masing-masing.
Setelah aksi lapangan selesai, agenda berlanjut ke sesi seremoni yang diawali dengan Welcome Speech dari Handy Wihartady selaku General Manager PLN UIT JBT. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran aktif korporasi dalam menjaga aset alam yang menjadi ruang hidup masyarakat luas.
Acara kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ai Saadiyah Dwidaningsih selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat yang sangat mengapresiasi langkah nyata PLN dalam mengintegrasikan kebijakan hijau pemerintah dengan aksi korporasi.
Pada kesempatan yang sama, Rizki Kusrulyadi selaku Kepala Dinas Sumber Daya Air Kota Bandung turut hadir untuk membacakan sambutan tertulis dari Walikota Bandung, M. Farhan, yang berhalangan hadir secara langsung. Dalam pesan yang disampaikannya, Walikota Bandung menyatakan dukungan penuh atas inisiatif kolaboratif ini. Sebagai bentuk komitmen hijau yang berkelanjutan, acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi simbolis penyerahan bantuan bibit pohon kepada Komunitas Cika-Cika, serta pelepasan ratusan burung ke alam bebas guna menjaga keseimbangan biodiversitas lokal.
Memasuki agenda diskusi ilmiah, suasana interaktif yang dinamis terbangun lewat sesi Mini Talkshow bertajuk #NowforClimate. Sesi ini menghadirkan pembicara utama Henri Firdaus selaku Direktur Utama PLN Energy Management Indonesia. Dalam bincang-bincang hangat tersebut, dibahas secara mendalam mengenai strategi pengelolaan lingkungan modern, program transisi energi korporasi, serta berbagai solusi hijau praktis yang dapat diterapkan secara masif guna menekan laju emisi karbon di sektor industri maupun domestik.
Rangkaian aksi lingkungan yang produktif ini akhirnya ditutup dengan deklarasi komitmen bersama yang disuarakan oleh Gofur selaku Ketua Komunitas Cika-Cika, bersama perwakilan pegawai PLN UIT JBT, PLN UID Jabar yang diwakili oleh Krisantus H. Setyawan (Senior Manager Komunikasi dan Umum), serta Donna Sinatra (Manager PLN UP3 Bandung). Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini, seluruh pihak sepakat bahwa pemeliharaan Sungai Cikapundung harus menjadi gerakan kolektif yang konsisten demi masa depan Bandung yang lebih asri.
Redaksi : Kayla P.M.
What's Your Reaction?