IKEA Hadir di Kings Shopping Center: Simbol Kebangkitan Ekonomi dan Revitalisasi Kawasan Legendaris Kepatihan

Kamis, 16 April 2026

Apr 16, 2026 - 15:07
Apr 17, 2026 - 07:40
 0  46
IKEA Hadir di Kings Shopping Center: Simbol Kebangkitan Ekonomi dan Revitalisasi Kawasan Legendaris Kepatihan

​Bandung - Denyut nadi perdagangan di kawasan legendaris Kota Bandung kembali mendapat momentum baru yang sangat dinantikan. Kehadiran gerai temporer atau pop-up store IKEA di Kings Shopping Center, Jalan Kepatihan, kini menjadi simbol optimisme nyata bagi bangkitnya kawasan ritel di pusat kota. Langkah ini dinilai sebagai titik balik setelah pusat perdagangan tersebut sempat meredup selama dua dekade terakhir.

​Peresmian gerai perlengkapan rumah tangga asal Swedia tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pada Kamis (16/4/2026). Kehadiran toko dengan konsep ringkas ini bukan sekadar pembukaan gerai biasa, melainkan menandai langkah strategis pemerintah dan pelaku usaha dalam menata ulang wajah kota. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan kembali kawasan Jalan Kepatihan, Jalan Dalem Kaum, dan Jalan Asia Afrika sebagai pusat belanja utama warga.

​Dalam sambutannya, Wali Kota Muhammad Farhan mengakui bahwa kawasan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat kuat bagi fondasi ekonomi Kota Bandung. Ia merefleksikan bagaimana dinamika kebijakan di masa lalu sempat memberikan dampak signifikan yang membuat aktivitas bisnis di koridor Dalem Kaum dan Kepatihan mengalami penurunan aktivitas secara perlahan.

​"Saat ini kita menghadapi tantangan besar, yaitu bagaimana menghidupkan kembali kawasan Jalan Dalem Kaum dan Jalan Asia Afrika agar kembali menjadi pusat perdagangan yang ramai," ujar Farhan dengan penuh optimisme. Beliau menegaskan bahwa kehadiran jenama global di lokasi bersejarah seperti ini merupakan bentuk pencapaian yang dihormati dan dibanggakan oleh pemerintah kota.

​Farhan menambahkan bahwa keberadaan pusat perbelanjaan di “jantung” kota memiliki peran krusial bagi mobilitas warga. Hal ini bertujuan untuk memberikan aksesibilitas yang lebih mudah bagi masyarakat dalam mendapatkan produk berkualitas. Dengan adanya gerai di pusat kota, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke wilayah pinggiran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.

​Pemerintah Kota Bandung pun tidak tinggal diam dan terus bergerak cepat dalam menyusun berbagai strategi komprehensif. Tujuannya jelas, yakni mengembalikan kejayaan kawasan legendaris tersebut menjadi area bisnis ritel premium atau prime retail business area. Kehadiran IKEA dipandang sebagai jangkar yang mampu menarik minat investor dan konsumen kembali ke pusat kota.

​IKEA sendiri, yang didirikan oleh Ingvar Kamprad pada tahun 1943, telah dikenal secara global melalui konsep furnitur siap rakit (flat-pack) dan desain Skandinavia yang minimalis. Di Bandung, pemilihan Kings Shopping Center sebagai lokasi pop-up store bertujuan untuk mendekatkan diri dengan audiens yang lebih luas dan beragam di pusat keramaian.

​Kepala Retail IKEA Indonesia, Peter, menekankan bahwa visi utama perusahaan adalah menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Menurutnya, rumah adalah bagian paling krusial dalam kehidupan setiap individu. Oleh karena itu, akses terhadap perlengkapan rumah yang fungsional dan estetis menjadi kebutuhan mendasar yang harus terpenuhi.

​”Melalui kehadiran IKEA Pop-Up Store ini, kami berharap dapat memperkenalkan IKEA lebih dekat kepada masyarakat serta membuka peluang pasar yang terus berkembang,” kata Peter. Ia meyakini bahwa meski dimulai dengan skala kecil atau temporer, langkah ini merupakan awal dari integrasi jejaring global dengan kebutuhan lokal masyarakat Bandung yang unik.

​Senada dengan visi tersebut, Direktur Kings Shopping Center, Alvin Benjamin Kanda, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Pihak manajemen Kings memandang sinergi ini sebagai katalisator penting bagi ekosistem bisnis di pusat kota. Alvin berharap langkah berani IKEA akan memicu rasa percaya diri bagi jenama-jenama besar lainnya untuk turut berinvestasi di kawasan tersebut.

​Selama ini, terdapat persepsi yang cukup kuat di sebagian masyarakat bahwa produk dari jenama global seperti IKEA cenderung memiliki harga yang tinggi dan tidak terjangkau. Namun, melalui konsep pop-up store yang lebih inklusif, tim pemasaran IKEA berupaya keras untuk mengubah pola pikir atau stigma tersebut di mata pelanggan.

​Dio, perwakilan dari tim marketing IKEA, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di pusat keramaian seperti Kings bertujuan agar masyarakat bisa melihat, menyentuh, dan merasakan langsung kualitas produk. “Di sini ditunjukkan bahwa produk kami tidak selalu mahal. Kami menghadirkan banyak pilihan dengan harga terjangkau untuk memperluas jangkauan pelanggan dari berbagai latar belakang ekonomi,” jelasnya.

​Acara pembukaan yang berlangsung meriah tersebut juga dihadiri oleh GM Kings Shopping Center Deddy Djunaedi, Kepala Toko Andi, serta jajaran manajemen IKEA lainnya. Selain menampilkan furnitur khas yang hemat ruang, gerai ini juga menghadirkan berbagai aksesoris rumah tangga dan dekorasi yang sangat variatif untuk mempercantik hunian warga Bandung.

​Produk yang ditawarkan di gerai ini mencakup berbagai material berkualitas, mulai dari bahan kayu yang hangat hingga material aluminium yang modern dan tahan lama. Keanekaragaman produk ini diharapkan mampu memenuhi selera warga Bandung yang dikenal kreatif dan sangat memperhatikan estetika dalam menata tempat tinggal.

​Dengan dibukanya gerai ini, publik kini menaruh harapan besar agar kawasan Kepatihan dan sekitarnya tidak hanya berhenti menjadi saksi sejarah masa lalu. Harapan tersebut adalah agar kawasan ini kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memberikan manfaat nyata, serta menjadi kebanggaan bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Bandung di masa depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )