Harmoni Kolaborasi Angklung Edelweiss & WBR Meriahkan Peringatan HJKB ke-216: Wujud Nyata Kolaborasi Seni dan Semangat Membangun Kota Bandung
Jumat, 25 September 2026
Bandung - Kemeriahan perayaan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) yang diselenggarakan di Plaza Balai Kota Bandung pada Jumat, 25 September 2026, mencapai puncaknya setelah rangkaian upacara resmi selesai. Suasana pagi yang khidmat seketika berubah menjadi semarak berkat kehadiran dan penampilan memukau dari kolaborasi Group Angklung Edelweiss & komunitas Wanoja Bentang Rancage (WBR). Grup musik tradisional bambu yang berada di bawah pembinaan komunitas Wanoja Bentang Rancage ini sukses membius para hadirin dengan alunan harmoni nada yang luar biasa indah.
Tampil dengan penuh rasa percaya diri, sekitar 30 anggota Group Angklung Edelweiss membawakan sejumlah repertoar lagu pilihan di hadapan Wali Kota Bandung, M. Farhan, serta jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung. Penampilan apik dari para penggiat seni tradisional ini tidak hanya memperkaya kemeriahan acara, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang terus hidup di tengah dinamika kota modern. Antusiasme para tamu undangan terlihat jelas dari sorotan mata dan apresiasi hangat yang diberikan kepada setiap gesekan dan goyangan angklung yang selaras.
Sebagai bagian dari momentum kebersamaan tersebut, seluruh anggota Group Angklung Edelweiss juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengabadikan momen dengan berfoto bersama Wali Kota Bandung, M. Farhan. Sesi dokumentasi ini mencerminkan kedekatan antara pemerintah daerah dan komunitas seni lokal, yang selalu menjadi bagian penting dari denyut nadi kebudayaan di Kota Bandung. Kehadiran mereka menegaskan bahwa ruang-ruang publik di Kota Bandung senantiasa terbuka bagi ekspresi kreativitas warga dan pelaku seni.
Di sela-sela kemeriahan acara tersebut, awak media berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Ketua Wanoja Bentang Rancage (WBR), Nurmalina, yang mendampingi langsung penampilan anggota dan mitra WBR. Dalam kesempatan tersebut, Nurmalina menyampaikan ucapan selamat serta harapan mendalam bagi kemajuan ibu kota Provinsi Jawa Barat ini. "Selamat ulang tahun Bandung yang ke-216, semoga sukses selalu, segala program-programnya yang sudah dicanangkan tadi menurut Walikota terlaksana tentunya ya, apalagi cetak sampah seperti itu. Sukses selalu Bandung dan jaya selalu," ujar Nurmalina penuh semangat.
Pernyataan yang disampaikan oleh Ketua WBR tersebut menyiratkan keselarasan antara misi komunitas seni dengan prioritas pembangunan yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kota Bandung saat ini. Isu lingkungan, khususnya penanganan sampah dan kebersihan kota, menjadi perhatian lintas elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga komunitas akar rumput. Hal ini sejalan dengan visi besar Wali Kota Bandung, M. Farhan, yang menempatkan persoalan ekologi sebagai salah satu tantangan krusial yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
Dalam pidatonya pada upacara peringatan HJKB ke-216 tersebut, Wali Kota Bandung M. Farhan menegaskan bahwa tantangan terbesar Kota Bandung saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen kuat untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat, serta memiliki tata kelola pemerintahan yang modern dan transparan. Melalui pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, pemkot berupaya menuntaskan berbagai persoalan mendasar secara berkelanjutan.
Salah satu fokus utama penanganan masalah kota yang disoroti adalah pengelolaan sampah berbasis kewilayahan melalui program Gerakan Bandung Selatan Mengolah Sampah Mandiri (Gaslah). Program ini didukung penuh dengan penyediaan sarana pengolahan sampah organik dan kompos yang menjangkau hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) di seluruh wilayah kota. Langkah strategis ini dinilai efektif untuk mereduksi volume sampah dari sumbernya sebelum memasuki sistem pengangkutan akhir.
Selain pendekatan konvensional berbasis komunitas, Pemkot Bandung juga mengintegrasikan teknologi modern dalam tata kelola lingkungan, termasuk pengembangan teknologi termal dan pengolahan sampah menjadi energi listrik. Di sektor pelayanan publik, momentum HJKB ke-216 juga ditandai dengan peluncuran aplikasi Halo Bandung sebagai super app. Platform digital ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah agar lebih cepat, responsif, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh warga.
Seluruh rangkaian acara, mulai dari upacara kenegaraan, peluncuran inovasi digital, hingga penampilan memukau dari Group Angklung Edelweiss, berpijak pada tema besar HJKB ke-216, yakni "Bandung Kota Solidaritas" dengan semangat Solidarity in Harmony. Tema ini mengingatkan kembali akan sejarah besar Kota Bandung sebagai tuan rumah Konferensi Asia Afrika 1955 serta merawat nilai inklusivitas dan toleransi antarwarga. Semangat kebersamaan inilah yang terus dirawat untuk membawa Bandung menjadi kota yang unggul, maju, agamis, dan nyaman bagi semua.
What's Your Reaction?