Kolaborasi Dunia Usaha dan Komitmen Pemerintah Warnai Peringatan HJKB ke-216 di Kota Bandung
Jumat, 25 September 2026
Bandung - Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 di Plaza Balai Kota Bandung pada Jumat, 25 September 2026, berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan mengusung tema "Solidarity in Harmony". Upacara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen pembangunan kota yang berkelanjutan. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah, akademisi, hingga dunia usaha turut hadir memeriahkan hari jadi kota kembang tersebut.
Kehadiran para tokoh penting dari berbagai sektor, termasuk kalangan pengusaha dan dunia pendidikan, memberikan warna tersendiri dalam perayaan tahun ini. Prof. Dr. Ir. Bob Foster, M.M., selaku pendiri Ganesha Operation (GO), menyampaikan apresiasi mendalam atas kepemimpinan Wali Kota Bandung dalam membangun sinergi lintas sektor. Ia menilai tema tahun ini sangat relevan dengan komitmen nyata pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan, pariwisata, hingga penguatan karakter generasi muda melalui program PCR karakter bagi siswa se-Kota Bandung.
Senada dengan hal tersebut, pengusaha terkemuka Kota Bandung sekaligus anggota KADIN Indonesia, Zoelkifli M. Adam, turut menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar bagi kemajuan ekonomi lokal. Dari dunia usaha, ia berharap Kota Bandung dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan seluruh warganya. Keterlibatan aktif dunia usaha ini mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan visi pembangunan kota ke depan.
Dalam pidatonya, Wali Kota Muhammad Farhan memaparkan dua agenda strategis utama yang menjadi fokus pemkot, yaitu penanganan sampah dan percepatan transformasi digital. Farhan menegaskan bahwa tantangan ekologi dan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan secara komprehensif mulai dari tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan teknologi modern.
Sebagai langkah konkret penanganan sampah dari hulu, Pemkot Bandung mengandalkan Gerakan Bandung Selatan Mengolah Sampah Mandiri (Gaslah) yang didukung oleh penyediaan sarana kompos di hampir 10.000 titik RT di seluruh wilayah kota. Selain itu, pemerintah juga terus mengembangkan teknologi pengolahan sampah modern, termasuk teknologi termal dan Solid Recovered Fuel (SRF) serta proyek PSEL di Legok Nangka yang berjalan sesuai komitmen bersama pemerintah pusat dan provinsi.
Selain masalah lingkungan, transformasi digital menjadi pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, transparan, dan akuntabel. Pada momentum HJKB ke-216 ini, Pemkot Bandung resmi meluncurkan aplikasi "Halo Bandung" sebagai platform super app yang mengintegrasikan berbagai layanan publik agar lebih mudah diakses oleh masyarakat secara cepat dan efisien.
Wali Kota Farhan juga mengingatkan kembali makna historis dari tema "Bandung Kota Solidaritas" yang mengingatkan dunia pada semangat Konferensi Asia Afrika 1955. Semangat inklusivitas dan keharmonisan ini diterjemahkan melalui pelibatan aktif seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan dunia usaha agar setiap warga dapat merasakan hasil pembangunan secara adil.
Sinergi lintas pemerintahan juga menjadi sorotan, di mana Farhan mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat dalam mengakselerasi berbagai program pembangunan strategis di Kota Bandung. Kehadiran para pejabat tinggi daerah memperkuat harmonisasi kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat.
Melalui perayaan HJKB ke-216 ini, optimisme terus dibangun agar Kota Bandung senantiasa menjadi kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis. Kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha seperti KADIN dan institusi pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat diyakini mampu membawa Kota Bandung menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan penuh keharmonisan.
What's Your Reaction?