Gempita Legenda Wastra Nusantara 2026: Paduan Suara Himpunan Ratna Busana Pukau Pengunjung dan Ajak Penonton Berjoged
Jumat, 3 Juli 2026
BANDUNG – Panggung utama hari kedua gelaran Festival Batik, Bordir, & Tenun "Legenda Wastra Nusantara 2026" mendadak riuh dan penuh energi pada Kamis, 2 Juli 2026. Kemeriahan tersebut bersumber dari penampilan memukau grup paduan suara Himpunan Ratna Busana (HRB). Kehadiran mereka di gedung Graha Manggala Siliwangi yang berlokasi di Jalan Aceh, Kota Bandung ini sukses menyedot perhatian ratusan pasang mata pengunjung yang memadati area pameran.
Penampilan istimewa ini dikomandoi langsung oleh Myrna Bahar, selaku Ketua Seksi Seni Budaya HRB. Di bawah arahannya, grup paduan suara tersebut tampil begitu kompak dengan balutan busana yang sarat akan nilai estetika tradisional. Myrna berhasil memimpin timnya untuk menyajikan sebuah pertunjukan yang tidak hanya menonjolkan keindahan vokal, tetapi juga menyuarakan semangat pelestarian budaya bangsa.
Sejak nada pertama dikumandangkan, grup paduan suara HRB langsung mendapatkan sambutan yang luar biasa riuh dari para penonton dan tepuk tangan spesial dari Istri Wamen Ketenagakerjaan RI yang juga turut menonton. Kehadiran mereka di atas panggung seolah menyihir atmosfer Graha Manggala Siliwangi menjadi begitu hangat. Antusiasme penonton tidak membendung decak kagum, menjadikan momen tersebut sebagai salah satu sajian paling berkesan dalam festival wastra tahun ini.
Kemeriahan semakin memuncak seiring berjalannya repertoar lagu yang dibawakan. Begitu setianya penonton hanyut dalam alunan musik, hingga ada sebagian dari mereka yang tidak tahan untuk tidak menggerakkan badan. Suasana berubah menjadi pesta budaya yang cair ketika beberapa penonton turut berjoged bersama, mengikuti irama lagu yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh grup paduan suara tersebut.
Dalam penampilannya kali ini, grup paduan suara HRB menyajikan total 3 lagu pilihan. Setiap lagu dikemas dengan aransemen yang apik, menggabungkan unsur harmoni suara yang padu serta ekspresi panggung yang memikat. Ketiga lagu tersebut berhasil dibawakan secara apik, mempertegas kualitas dan jam terbang komunitas ini dalam ranah seni suara dan budaya.
Atas penampilan yang luar biasa serta kontribusinya dalam memeriahkan acara, Himpunan Ratna Busana yang dalam kesempatan ini diketuai oleh Heti Sunaryo mendapatkan penghargaan khusus dari Maxindo selaku pihak penyelenggara acara. Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi nyata atas konsistensi dan dedikasi HRB dalam mendukung kesuksesan Festival Legenda Wastra Nusantara 2026.
Menanggapi apresiasi tersebut, Heti Sunaryo mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena kehadiran HRB bisa menghibur para penonton yang hadir. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Maxindo atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, festival seperti ini sangat krusial sebagai wadah bertemunya para pencinta, perajin, dan pelestari kain-kain tradisional di Indonesia.
Sosok Heti Sunaryo sendiri sudah tidak asing lagi di dunia seni dan budaya Jawa Barat. Ia merupakan istri dari seniman terkemuka Sunaryo, yang merupakan pemilik dari galeri seni kontemporer ternama, Selasar Sunaryo Art Space, yang berlokasi di Jl. Bukit Pakar Timur No.100, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Latar belakang inilah yang membuat dedikasi Heti terhadap dunia seni dan kebudayaan terasa begitu melekat kuat.
Himpunan Ratna Busana (HRB) yang tampil memukau hari ini merupakan sebuah organisasi nirlaba legendaris yang didirikan sejak tanggal 5 Desember 1972. Komunitas ini didedikasikan sepenuhnya untuk melestarikan, memasyarakatkan, serta menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap wastra (kain) dan busana tradisional Indonesia. Selama lebih dari setengah abad, HRB konsisten menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman.
Organisasi yang kini dipimpin secara nasional oleh Titiek Soeharto ini secara aktif mengadakan berbagai kegiatan positif, mulai dari peragaan busana, lokakarya (talkshow), hingga pertemuan rutin. Setiap acaranya pun unik karena selalu menyoroti daerah tertentu—seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, atau Sumatera Utara—guna mengedukasi anggota mengenai filosofi dan sejarah mendalam di balik pembuatan kain tradisional. Baru saja merayakan hari jadinya yang ke-53 pada Februari 2026 lalu, HRB terus berkomitmen kuat untuk mengajak generasi muda agar bangga mengenakan pakaian daerah dalam kehidupan sehari-hari.
What's Your Reaction?