Booth BPJS Ketenagakerjaan Jabar Jadi Magnet Pengunjung di Acara Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya di Gedung Sate

Sabtu, 8 November 2025

Nov 8, 2025 - 14:59
Nov 8, 2025 - 15:21
 0  30
Booth BPJS Ketenagakerjaan Jabar Jadi Magnet Pengunjung di Acara Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya di Gedung Sate

Bandung - Suasana semarak tampak di Halaman Depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (7/11/2025), dalam kegiatan Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya. Acara yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini menghadirkan beragam layanan terpadu bagi masyarakat dan pelaku seni budaya. Salah satu yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah booth BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat, yang ramai disambangi sejak pagi hingga sore hari.

Booth yang dioperasikan oleh tim BPJS Ketenagakerjaan Jabar ini tak hanya menyediakan layanan pendaftaran dan konsultasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga menggelar berbagai kegiatan menarik seperti kuis berhadiah, permainan edukatif, serta sesi interaktif seputar manfaat perlindungan tenaga kerja. Pengunjung terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dikemas secara santai namun sarat informasi mengenai pentingnya jaminan sosial bagi pekerja, termasuk pelaku seni dan budaya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat, Kunto Wibowo, hadir langsung memantau aktivitas di booth dan menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat. “Kami sangat senang menjadi bagian dari kegiatan ini. Antusiasme masyarakat, terutama para pelaku seni, menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial,” ujarnya.

Selain aktivitas di booth, BPJS Ketenagakerjaan juga mendapat kesempatan tampil di panggung utama melalui sesi talk show bersama BPJS Kesehatan, yang membahas berbagai inovasi, manfaat, dan mekanisme layanan kedua lembaga tersebut. Dalam sesi tersebut, Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan, Eneng Siti Hasanah, hadir sebagai narasumber dan menjelaskan pentingnya perlindungan sosial bagi para pekerja seni yang kerap berada di sektor informal.

“Banyak pelaku seni yang bekerja tanpa kontrak tetap dan jam kerja pasti. Melalui BPJS Ketenagakerjaan, mereka bisa mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja, kematian, hingga jaminan hari tua,” jelas Eneng. Ia juga mengajak para pelaku seni untuk segera mendaftar agar bisa menikmati manfaat perlindungan yang maksimal. “Kami ingin memastikan bahwa pekerja seni, musisi, pengrajin, dan pelaku budaya lainnya mendapat hak yang sama seperti pekerja formal,” tambahnya.

Kegiatan Bakti Negeri untuk Pelaku Seni dan Budaya sendiri menjadi momentum penting bagi sinergi lintas lembaga dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Selain BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, hadir pula Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan, komunitas budaya, dan pelaku UMKM, yang membuka berbagai layanan publik seperti pemeriksaan kesehatan gratis, skrining TBC, layanan administrasi kependudukan, hingga pameran pangan lokal dan obat tradisional berbasis budaya.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, antara lain Menko PMK Pratikno, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro. Dalam sambutannya, para pejabat menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan sosial dan pelestarian budaya sebagai pilar kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan bahwa Pemprov Jabar pada tahun 2025 telah menyiapkan anggaran perlindungan jaminan sosial bagi 1 juta pekerja informal berkategori rentan. “Kami ingin memastikan seluruh pekerja, termasuk pelaku seni dan budaya, mendapatkan perlindungan jaminan sosial agar mereka bisa berkarya dengan tenang,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah peserta.

Menurut Kunto Wibowo, partisipasi BPJS Ketenagakerjaan dalam acara ini merupakan bentuk nyata komitmen lembaga untuk memperluas jangkauan layanan. “Kami ingin hadir di setiap ruang publik agar masyarakat semakin sadar bahwa jaminan sosial adalah hak setiap pekerja, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Hingga acara berakhir, booth BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat tetap menjadi salah satu titik paling ramai dikunjungi. Antusiasme pengunjung menjadi bukti bahwa kehadiran BPJS bukan hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga membangun kesadaran baru akan pentingnya perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial semakin menguat dalam mewujudkan Jawa Barat yang sejahtera, kreatif, dan terlindungi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )