BANDUNG MENUJU WARISAN DUNIA UNESCO: Kawasan Konferensi Asia-Afrika Bersiap Masuk Daftar Cagar Budaya Global

Jumat, 10 Juli 2026

Jul 10, 2026 - 12:41
Jul 10, 2026 - 13:38
 0  24
BANDUNG MENUJU WARISAN DUNIA UNESCO: Kawasan Konferensi Asia-Afrika Bersiap Masuk Daftar Cagar Budaya Global

​BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung secara resmi memulai langkah strategis untuk mengusulkan Kawasan Sejarah Konferensi Asia-Afrika (KAA) sebagai salah satu World Heritage atau Warisan Dunia UNESCO. Upaya serius ini diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar dan simposium bertajuk "Reaktualisasi Nilai Bandung Spirit dalam Penataan Kawasan Asia Afrika yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Warisan Dunia UNESCO" yang digelar di Hotel Savoy Homan, Bandung, pada Jumat (10/7/2026).

​Langkah ini mempertegas komitmen Kota Kembang dalam melestarikan nilai-nilai sejarah global yang melekat pada kawasan tersebut. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, serta jajaran pimpinan daerah, pengamat budaya, akademisi, dan perwakilan masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti adanya sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif demi mendorong percepatan pengakuan internasional terhadap aset sejarah Kota Bandung.

​Acara penting ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa. Dalam sambutannya, Adi menekankan pentingnya menjaga serta merawat ruang fisik dan nilai historis dari Kawasan Asia-Afrika. Menurutnya, mempersiapkan kawasan ini menuju pengakuan UNESCO bukan sekadar mengejar status, melainkan upaya sistematis untuk memastikan warisan peradaban dunia ini tetap hidup dan relevan bagi generasi masa depan.

​Penyelenggaraan kegiatan pada tahun ini menandai tahun kedua dari rangkaian upaya pengusulan tersebut. Jika pada tahun sebelumnya Disbudpar menggelar simposium untuk menjaring aspirasi dan pandangan dari para budayawan mengenai kelayakan Kawasan Asia-Afrika, maka tahun ini fokus dialihkan pada penguatan substansi, penyelarasan kebijakan, serta pengumpulan dukungan konkret dari berbagai lini massa agar sejarah yang diakui dunia ini memiliki fondasi kokoh untuk disinergikan ke dalam tata kota.

​Kepala Bidang Pengkajian Budaya Disbudpar Kota Bandung, Andika Indra, yang ditemui awak media di sela-sela acara menceritakan bahwa wilayah Asia-Afrika dengan memori kolektif KAA-nya tidak boleh dibiarkan menjadi sekadar catatan masa lalu. "Kita melangsungkan acara ini sebagai salah satu upaya konkret. Kami ingin memperkuat bahwa sejarah di Kota Bandung ini harus didukung dan disinergikan dengan narasi-narasi sejarah yang memang telah diakui oleh dunia," ujar Andika, yang baru saja mengemban jabatan tersebut sejak April lalu.

​Lebih lanjut, Andika memaparkan bahwa ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui agenda strategis hari ini. Tujuan pertama adalah menyampaikan laporan capaian dan sejauh mana persiapan teknis yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung dalam mengusulkan kawasan KAA ke UNESCO. Hal ini penting untuk mengukur kesiapan infrastruktur maupun dokumen-dokumen pendukung yang dipersyaratkan oleh lembaga kebudayaan dunia tersebut.

​Tujuan kedua yang tidak kalah krusial adalah menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Bandung Spirit (Semangat Bandung) agar menyatu ke dalam setiap kebijakan publik dan praktik pembangunan kota yang sedang berjalan. Melalui pendekatan ini, penataan tata ruang di masa depan diharapkan tidak merusak estetika historis yang ada. Sementara tujuan ketiga adalah mendorong tumbuhnya sikap kritis dan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama bergerak menjaga kelestarian kota berlandaskan semangat KAA, yang sejalan dengan visi Walikota Bandung.

​Ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun kedua ini. Berbekal pengalaman Andika di bidang promosi pariwisata sebelumnya, ia menginisiasi pelibatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di sekitar area acara. Ruang pameran sengaja diberikan kepada UMKM Kota Bandung agar mereka dapat mengenalkan produk-produk unggulan daerah secara langsung kepada para tamu undangan, termasuk delegasi internasional yang hadir.

​Langkah pelibatan UMKM ini dinilai memberikan dampak ganda yang positif. Selain memperkaya substansi seminar di dalam ruangan dengan diskusi ilmiah, atmosfer di luar ruangan juga terasa hidup dengan geliat ekonomi kreatif lokal. Menurut Andika, kehadiran stan-stan produk lokal ini akan terus dipertahankan dan dirotasi dengan variasi produk yang berbeda pada hari berikutnya guna memaksimalkan potensi ekonomi warga Bandung di tengah perhelatan global.

​Sebagai penutup, Andika menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian integral dari rangkaian Asia Africa Festival. Ia berharap seluruh rangkaian acara ini dapat menguras dan mengoptimalkan pemahaman bersama mengenai esensi sejati dari warisan dunia. "Warisan dunia ini harus menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya. Proses untuk masuk ke dalam daftar cagar budaya dunia UNESCO itu tidak mudah dan membutuhkan perjuangan panjang, karena itu dukungan masyarakat sangat kami harapkan," punggkasnya

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )