Anggun Berkebaya, Komunitas Cinta Budaya Nusantara (CBN) Dukung 1000% Penuangan Eco Enzyme di Sungai Cikapundung
Minggu, 7 Juni 2026
Bandung,, 7 Juni 2026 - Aliran Sungai Cikapundung di kawasan pusat Kota Bandung mendadak riuh dan dipenuhi antusiasme warga pada Minggu pagi. Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul dengan satu tujuan mulia, yaitu menyelamatkan lingkungan. Mereka hadir untuk berpartisipasi dalam aksi massal penuangan cairan eco enzyme ke aliran salah satu sungai paling bersejarah di Kota Kembang tersebut.
Aksi peduli lingkungan yang melibatkan massa dalam jumlah besar ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang ke-54, yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2026 yang lalu. Momentum ini kemudian diaktualisasikan melalui aksi nyata di lapangan dua hari setelahnya agar bisa menjaring partisipasi masyarakat yang lebih luas. Acara monumental ini diinisiasi oleh Komunitas Eco Enzyme Bandung Pro (EEBPro) yang berhasil menggandeng berbagai komunitas lokal.
Di antara berbagai elemen yang hadir, perhatian publik tersedot oleh kehadiran belasan ibu-ibu dari Komunitas Cinta Budaya Nusantara (CBN). Komunitas sosial kemasyarakatan yang aktif melestarikan budaya, menjaga lingkungan, dan melakukan aksi sosial ini tampil memikat dengan ciri khas pakaian kebaya mereka. Kehadiran mereka dipimpin langsung oleh sang ketua sekaligus pendiri CBN, Melok Besari, yang juga dikenal luas sebagai tokoh pemerhati budaya Kota Bandung sekaligus adik kandung dari almarhumah Ainun Habibie.
Kawasan Cikapundung Riverspot, yang terletak tepat di sebelah Gedung Merdeka, Kota Bandung, dipilih sebagai lokasi pusat pelaksanaan kegiatan sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Bandung memberikan dukungan moral yang besar bagi para relawan. Acara ini dihadiri langsung oleh Siti Khodijah, ST. MT., selaku Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, yang mengapresiasi tinggi sinergi kuat antara pemerintah dan komunitas akar rumput.
Dalam sesi sambutan, Melok Besari memberikan pernyataan pembakar semangat di hadapan Komunitas Eco Enzyme Bandung Pro dan seluruh peserta yang hadir. Beliau menegaskan bahwa CBN mendukung 1000% gerakan ini karena memiliki tujuan mulia untuk menjaga lingkungan hidup dari penumpukan sampah organik. Dukungan total ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya Nusantara oleh CBN berjalan selaras dengan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.
Sepanjang empat jam pelaksanaan, pihak penyelenggara memang gencar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama belajar, peduli, dan bergerak melalui berbagai kegiatan menarik, edukatif, dan penuh inspirasi. Rangkaian acara sendiri diawali dengan khidmat melalui sesi doa bersama untuk keberkahan bumi, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan modern dance enerjik dari generasi muda demi memeriahkan suasana di area Cikapundung Riverspot.
Masuk ke acara inti, para panitia memberikan edukasi praktis berupa demonstrasi cara pembuatan eco enzyme kepada warga yang hadir. Masyarakat diajarkan secara langsung bagaimana memanfaatkan limbah organik dapur, seperti sisa buah dan sayuran, untuk difermentasi menjadi cairan multiguna yang kaya manfaat. Praktek ini disambut antusias oleh warga, termasuk para anggota CBN yang menyimak dengan saksama proses pengolahan limbah tersebut.
Puncak dari seluruh rangkaian acara ini adalah penuangan cairan eco enzyme secara bersama-sama ke aliran Sungai Cikapundung. Ribuan liter cairan organik tersebut dituangkan secara serentak dari tepi sungai, termasuk oleh ibu-ibu berkebaya dari CBN yang mendampingi Melok Besari. Cairan eco enzyme ini dikenal memiliki kemampuan alami untuk menjernihkan air, mengurai zat polutan, serta memperbaiki ekosistem sungai yang telah tercemar.
Tidak hanya fokus pada kesehatan lingkungan, acara ini juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama. Panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dikhususkan bagi 50 orang lanjut usia (lansia) yang tinggal di sekitar lokasi acara. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh partisipan, acara diakhiri dengan sesi makan gratis bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antar-sesama pejuang lingkungan di Kota Bandung.
Melalui kegiatan ini, CBN bersama seluruh penyelenggara berharap semua orang yang hadir dapat menularkan semangat cinta bumi kepada keluarga dan sahabat di rumah. Aksi ini ditutup dengan refleksi mendalam bahwa bumi bukanlah warisan nenek moyang melainkan titipan untuk generasi mendatang. Mengusung tema "Merawat Bumi, Sukacita Bersama", acara ini sukses meninggalkan kesan mendalam dan membawa harapan baru bagi kelestarian Sungai Cikapundung.
What's Your Reaction?