Abah Oting Hadiri Peresmian Pusat Kebudayaan Tionghoa, Siap Dorong Pembauran Budaya dan Ekonomi Warga Bandung

Rabu, 26 Agustus 2026

Aug 26, 2026 - 17:08
Aug 26, 2026 - 17:17
 0  8
Abah Oting Hadiri Peresmian Pusat Kebudayaan Tionghoa, Siap Dorong Pembauran Budaya dan Ekonomi Warga Bandung

​Bandung - Tokoh masyarakat Jawa Barat keturunan Tionghoa, Abah Oting, menghadiri peresmian gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia di Kota Bandung pada Selasa (25/8/2026). Kehadiran Abah Oting di tengah-tengah tokoh daerah dan warga menjadi simbol kuat dukungan terhadap pembauran budaya serta harmonisasi sosial di Kota Kembang.

​Dalam acara yang diinisiasi oleh Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) tersebut, Abah Oting tampak antusias menyimak setiap rangkaian acara. Ia menyambut hangat komitmen para pemimpin daerah yang hadir untuk menjadikan pusat kebudayaan ini sebagai ruang bersama yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang turut hadir menyampaikan bahwa Pusat Kebudayaan Tionghoa ini memperkuat keberagaman budaya di Bandung. Karya YDSP ini membuktikan bahwa kebhinekaan dapat melebur secara harmonis dengan warga sekitar, di mana Pemkot Bandung berjanji menjaga infrastruktur pendukungnya.

​Abah Oting sangat mendukung penekanan Wali Kota Farhan terkait pemanfaatan fasilitas tersebut secara optimal. Menurut Abah Oting, integrasi antara pembangunan fisik dan kepedulian terhadap warga lokal merupakan kunci agar gedung megah ini memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan lingkungan sekitar.

​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya mempertegas bahwa pusat kebudayaan tersebut tidak boleh menjadi bangunan yang menciptakan jarak sosial. Dedi mengingatkan agar kehadiran gedung baru ini justru harus mampu mengikis disparitas dan meningkatkan produktivitas ekonomi warga sekitar.

​Gagasan Gubernur Dedi mengenai penataan kawasan terpadu—mulai dari ornamentasi di Gerbang Tol Pasir Koja hingga trotoar bernuansa lampion—mendapat apresiasi dari Abah Oting. Abah Oting menilai langkah estetis ini akan semakin memperkuat identitas keberagaman kawasan Pasir Koja sebagai destinasi wisata budaya yang ramah.

​Selain penataan fisik, fokus pada pelatihan kewirausahaan warga setempat juga menjadi sorotan utama Abah Oting. Ia sepakat dengan pandangan Gubernur bahwa warga sekitar harus dididik menjadi pelaku usaha produktif, seperti pembuatan kuliner dan souvenir khas, bukan sekadar menjadi penonton atau meminta sumbangan.

​Rencana penyelenggaraan pagelaran seni rutin yang memadukan budaya Sunda dan Tionghoa juga disambut gembira oleh Abah Oting. Penampilan kolaboratif yang didukung Pemprov Jabar tersebut diyakini mampu menghidupkan suasana kawasan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarsuku yang telah terjalin lama di Jawa Barat.

​Bagi Abah Oting, sejarah panjang akulturasi budaya Sunda dan Tionghoa dalam kuliner, bahasa, hingga tradisi lokal adalah modal sosial yang sangat berharga. Pusat kebudayaan ini dipandangnya sebagai wadah edukasi dan peradaban yang merajut kembali simpul-simpul kebangsaan melalui pendekatan kebudayaan.

​Menutup kegiatannya dalam peresmian tersebut, Abah Oting berharap koordinasi Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung yang dimulai pada 2027 mendatang berjalan lancar. Ia optimistis tempat ini akan menjadi sarana penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan taraf ekonomi masyarakat Bandung.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )