Zurich Syariah Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah Jabar Lewat Sinergi Sektor Riil dan Proteksi Pendidikan

Minggu, 12 April 2026

Apr 12, 2026 - 10:21
Apr 12, 2026 - 10:40
 0  80
Zurich Syariah Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah Jabar Lewat Sinergi Sektor Riil dan Proteksi Pendidikan

​Bandung – Industri keuangan syariah semakin memperkuat pijakannya di Jawa Barat melalui kolaborasi strategis. Zurich Syariah resmi menjadi salah satu sponsor utama dalam rangkaian acara Halal Bihalal, Sarasehan, dan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pengwil Jawa Barat. Perhelatan yang mengusung tema "Penguatan Sinergi & Kolaborasi demi Akselerasi Ekonomi Syariah di Jawa Barat" ini berlangsung khidmat di Grand Pasundan Convention Hall, Bandung, pada Sabtu (11/4/2026).

​Acara dibuka dengan penuh antusiasme, di mana Zurich Syariah mendapatkan kesempatan istimewa di panggung utama untuk memperkenalkan solusi keuangan inovatifnya. Relationship Manager Zurich Syariah, Galih Gumilar, memaparkan produk unggulan bertajuk "Beasiswa Proteksi". Produk ini dirancang khusus untuk memberikan kepastian pendidikan bagi generasi muda melalui perencanaan keuangan berbasis syariah yang aman dan penuh keberkahan, selaras dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat akan jaminan masa depan anak.

Program ini merupakan inisiatif strategis yang mengintegrasikan pemberian beasiswa bagi pelajar dengan bundling proteksi kecelakaan diri dalam sebuah ekosistem tertutup (closed loop ecosystem) yang berkelanjutan. Program dijalankan melalui enam pilar utama, yaitu proteksi sejak awal perkuliahan, penyediaan beasiswa berdasarkan prestasi dan kebutuhan finansial, serta peningkatan literasi melalui kuliah tamu, webinar, hingga program magang.

Selain itu, terdapat optimalisasi bisnis melalui kemitraan dengan berbagai entitas dan lembaga keuangan, serta program keberlanjutan berbasis CSR yang mencakup kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan. Seluruh rangkaian ini diperkuat dengan skema bagi hasil sebagai nilai ekonomis dalam prinsip asuransi syariah sekaligus memberikan edukasi mengenai manajemen risiko bagi peserta.

​Memasuki sesi Sarasehan menjelang istirahat siang, dinamika diskusi semakin tajam dengan kehadiran para pakar. Head of Regional 1 Zurich Syariah, Heryanto Rahid, RFP, QRGP, IIS, hadir sebagai salah satu narasumber utama. Dalam sesi tersebut, Heryanto membedah profil perusahaan Zurich Syariah yang solid serta strategi pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Ia bersanding dengan narasumber kredibel lainnya dari perwakilan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

​Sejalan dengan semangat kolaborasi tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang hadir dalam seminar tersebut menekankan pentingnya pergeseran fokus. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah ke depan tidak boleh hanya berkutat di sektor keuangan, melainkan harus menyentuh sektor riil secara langsung. Hal ini bertujuan agar kemanfaatan sistem syariah dapat dirasakan secara konkret oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

​"Ekonomi syariah ke depan harus lebih fokus ke sektor riil. Salah satu kuncinya adalah penguatan koperasi, khususnya Koperasi Desa Merah Putih," tegas Ferry. Ia menjelaskan bahwa Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki potensi raksasa untuk menjadi motor penggerak ekonomi perdesaan. Saat ini, tercatat 4.200 unit bangunan siap beroperasi dan puluhan ribu lainnya tengah dalam tahap pembangunan intensif.

​Lebih lanjut, Ferry merinci bahwa koperasi ini memiliki fungsi strategis sebagai penyalur kebutuhan pokok, penyerap hasil produksi desa, hingga kanal program strategis pemerintah. Integrasi koperasi desa ke dalam ekosistem ekonomi syariah diyakini akan membuka pintu lebar bagi kolaborasi luas, mulai dari pembiayaan mikro, ritel modern, hingga layanan kesehatan masyarakat seperti klinik dan apotek syariah.

​Dukungan dari sektor perbankan dan asuransi syariah sangat diharapkan untuk merealisasikan visi ini. Ferry mendorong lembaga keuangan syariah di Jawa Barat untuk berinovasi menciptakan model pembiayaan mikro yang mampu menyokong operasional koperasi desa secara berkelanjutan. Dengan begitu, sirkulasi ekonomi di desa tetap terjaga dan mandiri secara finansial.

​Di sisi lain, Ketua Umum MES Jawa Barat, Harry Maksum, menambahkan dimensi penting lainnya dalam pembangunan ekonomi. Selain penguatan sektor riil, ia mengingatkan bahwa aspek lingkungan atau ekonomi hijau tidak boleh dikesampingkan. Mengingat frekuensi bencana alam yang meningkat, isu keberlanjutan lingkungan harus menjadi agenda prioritas dalam struktur ekonomi syariah nasional.

​Harry bahkan mengusulkan pembentukan komite khusus ekonomi hijau dan pelestarian lingkungan hidup di bawah naungan MES. Langkah ini diharapkan dapat menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan penjagaan ekosistem alam, sehingga tercipta keseimbangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat dalam menjaga bumi (Hifdzul 'Alam).

​Acara Muswil ini diakhiri dengan komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan. Kehadiran tokoh dari Bank Indonesia, OJK, perbankan syariah, serta Zurich Syariah menandakan bahwa ekosistem ekonomi syariah di Jawa Barat siap melakukan lompatan besar melalui sinergi yang terintegrasi antara kebijakan pemerintah, sektor riil, dan instrumen perlindungan keuangan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )