Sokong Program 3 Juta Rumah Pemerintah, BRI Wilayah Bandung Berhasil Salurkan KPP Rp408 Miliar untuk Pemerataan Ekonomi Akar Rumput

Kamis, 16 Juli 2026

Jul 16, 2026 - 05:37
Jul 16, 2026 - 07:19
 0  59
Sokong Program 3 Juta Rumah Pemerintah, BRI Wilayah Bandung Berhasil Salurkan KPP Rp408 Miliar untuk Pemerataan Ekonomi Akar Rumput

​BANDUNG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) secara nyata memperkuat komitmen strategisnya dalam menyukseskan program penyediaan perumahan nasional yang menjadi agenda prioritas pemerintah. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Wilayah Bandung pada Rabu (15/7). Melalui inisiatif ini, BRI hadir sebagai motor penggerak utama dalam memfasilitasi akses hunian yang layak sekaligus terjangkau bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Jawa Barat.

​Kegiatan yang berlangsung dinamis ini merupakan bagian integral dari Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Sinergi berskala besar ini melibatkan kerja sama lintas instansi yang solid, yaitu Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), serta BRI. Melalui penggabungan kompetensi dari masing-masing lembaga, penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi di tingkat regional dioptimalkan agar berjalan lebih masif, terstruktur, dan tepat sasaran.

​Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, dalam sambutan utamanya menegaskan bahwa perseroan secara konsisten memposisikan diri di barisan terdepan untuk mendukung penuh Program 3 Juta Rumah yang digagas oleh pemerintah pusat. Aris menilai bahwa tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan papan bagi rakyat tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas lembaga yang kokoh. Komitmen tinggi ini dibuktikan secara berkala oleh BRI melalui peningkatan target penyaluran pembiayaan yang progresif pada setiap pelaksanaan agenda kolaborasi nasional.

​Apresiasi luar biasa dari masyarakat Jawa Barat terlihat nyata dari serapan pembiayaan yang mencatatkan angka fantastis pada pertengahan bulan Juli ini. "Alhamdulillah antusiasme dan animo masyarakat di Bandung ini atas kredit KPP ini sangat besar. Hari ini kami laporkan, tanggal 15 Juli 2026, BRI telah berhasil menyalurkan KPP BRI sebesar Rp408 miliar kepada 2.109 debitur. Hal ini mengindikasikan adanya pemerataan ekonomi dan pemerataan pembiayaan yang riil bagi seluruh warga Bandung dan sekitarnya," ungkap Aris dengan optimis saat memberikan laporan di Bandung.

​Realisasi gemilang di wilayah Bandung ini menjadi cerminan dari performa impresif penyaluran pembiayaan perumahan BRI di tingkat nasional yang tumbuh signifikan. Per tanggal 12 Juli 2026, akumulasi penyaluran KPP BRI secara nasional telah menembus angka Rp10,64 triliun. Portofolio ini terus melaju pesat untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan hunian dari masyarakat kelas menengah ke bawah serta memperkecil angka kesenjangan kepemilikan rumah (backlog) di Indonesia.

​Bagi manajemen BRI, penyaluran kredit sektor perumahan tidak sekadar bermakna sebagai pemenuhan kebutuhan dasar berupa papan, melainkan memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang sangat luas bagi perekonomian lokal. Ekosistem perumahan terbukti mampu menggerakkan puluhan subsektor industri penunjang di sekitarnya, mulai dari perdagangan material bangunan, logistik, hingga penyerapan tenaga kerja konstruksi lokal secara massal, yang secara otomatis menghidupkan urat nadi perekonomian di sekitar lokasi pembangunan proyek.

​"Kenapa BRI begitu sangat intens menyalurkan KPP Perumahan ini? Karena kami menyadari bahwa ekosistem perumahan ini tidak hanya masalah penyediaan rumah semata. Kami meyakini bahwa melalui ekosistem ini, selain memberikan hunian yang layak, kami juga ikut memberdayakan ekonomi secara inklusif di lingkungan atau kota tempat kredit tersebut disalurkan," sebut Aris menjabarkan alasan kuat di balik masifnya penetrasi pembiayaan perumahan oleh bank pelat merah tersebut.

​Sebagai lembaga keuangan publik yang fokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, keterlibatan aktif BRI dalam program perumahan ini dinilai sangat selaras dengan DNA bisnis perseroan yang berakar pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta pelaku usaha di tingkat tapak senantiasa menjadi prioritas utama. Dukungan penuh terhadap program perumahan nasional ini menjadi wujud implementasi visi BRI dalam menciptakan nilai ekonomi dan nilai sosial secara berkesinambungan bagi bangsa.

​Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pencapaian ekspansif BRI dalam menyalurkan pembiayaan kredit perumahan rakyat. Pria yang akrab disapa Ara tersebut menegaskan bahwa angka penyerapan kuota yang tinggi merupakan indikator konkret bahwa program ini sangat dinanti oleh masyarakat luas. Daya serap yang luar biasa ini pula yang mendorong pemerintah melalui Menko Perekonomian untuk menambah kuota stimulus pembiayaan perumahan nasional secara signifikan sebesar Rp16 triliun, sehingga total anggaran melonjak dari Rp34 triliun menjadi Rp50 triliun pada tahun berjalan.

​Menteri PKP secara khusus memuji keberpihakan BRI yang dinilai telah menerapkan struktur bunga yang adil dan pro-rakyat kecil, yang menjadi fondasi utama dalam memangkas kesenjangan sosial di daerah. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional, termasuk mendorong program strategis seperti peningkatan kapasitas usaha bagi perempuan pelaku mikro agar mampu naik kelas. Menutup rangkaian agenda strategis tersebut, komitmen pembiayaan dari BRI ini dipastikan akan terus bersinergi dengan terobosan pemanfaatan lahan aset BUMN untuk pembangunan hunian vertikal terintegrasi di kawasan perkotaan Bandung.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )