Sinergi WANOJA BENTANG RANCAGE, Maxindo, & IPBM Jabar Hidupkan Spirit Sehat dan Anggun Lewat Zumba Hingga Peragaan Busana Muslim di Graha Manggala Siliwangi

Minggu, 5 Juli 2026

Jul 5, 2026 - 08:36
Jul 5, 2026 - 09:03
 0  108
Sinergi WANOJA BENTANG RANCAGE, Maxindo, & IPBM Jabar Hidupkan Spirit Sehat dan Anggun Lewat Zumba Hingga Peragaan Busana Muslim di Graha Manggala Siliwangi

​BANDUNG – Suasana kemeriahan dan energi positif menyelimuti Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung pada Sabtu (4/7). Komunitas Wanoja Bentang Rancage (WBR) sukses menggelar program kolaborasi apik bersama Maxindo & IPBM Jabar, yang mengawinkan gaya hidup sehat melalui kegiatan Zumba Party sekaligus keanggunan lewat panggung Peragaan Busana Muslim. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini berhasil menarik perhatian ratusan pasang mata yang hadir.

​Kemeriahan pesta komunitas ini dibuka secara teatrikal dan syahdu melalui pertunjukan alat musik tradisional angklung. Alunan bambu yang harmonis menghadirkan nuansa budaya lokal yang kental sebelum seluruh peserta diajak bergerak aktif. Pembukaan tradisional tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya rangkaian acara yang dirancang penuh warna untuk mewadahi kreativitas kaum perempuan di Kota Kembang.

​Sesaat setelah pertunjukan angklung selesai, panggung utama langsung diambil alih oleh gemuruh musik energik tanda dimulainya Zumba Party. Puluhan peserta yang didominasi oleh ibu-ibu tampak sangat antusias dan kompak mengikuti setiap gerakan instruktur di depan panggung. Keringat yang mengucur tidak menyurutkan keceriaan mereka untuk terus bergoyang dan menjaga kebugaran tubuh bersama-sama.

​Untuk menambah asyik jalannya senam massal ini, panitia menyisipkan kompetisi spontan dengan memilih tiga orang peserta sebagai pemenang kategori The Best Costume. Para peserta yang mengenakan pakaian olahraga paling unik, kreatif, dan mencolok mendapatkan apresiasi khusus. Penghargaan ini memicu atmosfer kompetitif yang sehat sekaligus mengundang gelak tawa di antara para pesenam.

​Tidak berhenti sampai di situ, kemeriahan kian memuncak saat panitia membagikan banyak sekali hadiah doorprize menarik bagi para peserta yang beruntung. Di sela-sela dentuman musik zumba, pihak panitia bahkan melakukan aksi kejutan dengan melemparkan berbagai macam hadiah langsung serta uang tunai secara tunai ke arah kerumunan peserta. Aksi ini sontak memicu kehebohan kegembiraan yang membuat suasana aula Graha Manggala Siliwangi semakin meriah.

​Memasuki siang hari, tepat pukul 13.00 WIB, jalannya acara bertransformasi menjadi panggung yang sarat akan nilai estetika dan keanggunan lewat gelaran peragaan busana muslim. Puluhan ibu-ibu yang sebelumnya aktif bergerak, kini tampil memukau berjalan di atas catwalk dengan membawakan gaun-gaun muslimah yang anggun sambil diiringi lagu daerah nusantara, dibawakan dengan merdu oleh seorang penyanyi pria. Agenda ini ditonton langsung oleh ratusan pengunjung yang tengah memadati pameran Festival Batik, Bordir, & Tenun "Legenda Wastra Nusantara 2026" yang berlangsung pada 1–5 Juli 2026.

​Ketua Wanoja Bentang Rancage (WBR), Nurmalina, menjelaskan bahwa lomba modeling hari ini mendapat dukungan penuh dari Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Jawa Barat. Lima desainer senior kenamaan, yakni Iva Latifah, Erni Kosasih, Ning Zulkarnain, Eriani Yusuf, dan Isye Asyifa, turut memamerkan mahakarya terbaik mereka. Nurmalina menegaskan bahwa tujuan utama peragaan busana ini adalah untuk membangun kepercayaan diri serta menggali hobi ibu-ibu yang ingin tampil modis namun tetap sesuai dengan syariat Islam. Pihaknya juga mengapresiasi dukungan dari Maxindo, Birukan Indonesia, Disbudpar Kota Bandung, serta Disparbud Provinsi Jawa Barat, dan menegaskan komitmen WBR untuk selalu siap berkolaborasi demi menyajikan acara yang megah.

​Senada dengan Nurmalina, Ketua Pelaksana Acara, Pertiwi Nugraha, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi program kerja kemitraan antara WBR dan Maxindo. Pertiwi memaparkan bahwa selain Zumba Party dan lomba modeling yang diadakan hari ini, rangkaian acara WBR masih akan berlanjut keesokan harinya dengan demonstrasi lukis payung serta lomba lion dance. Melalui wadah ruang kreatif seperti ini, Wanoja Bentang Rancage berharap dapat terus mendorong para ibu untuk hidup sehat, bahagia, produktif berkarya, sekaligus mempererat jalinan silaturahmi antar-komunitas.

​Apresiasi tinggi juga datang dari para perancang busana yang terlibat langsung, salah satunya adalah Ning Zulkarnain. Ning menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Wanoja yang tidak hanya meramaikan pameran batik, tetapi juga mampu menyuguhkan tontonan edukatif mengenai perkembangan busana muslim kepada masyarakat luas. Menurutnya, peragaan busana ini sukses memperlihatkan sisi lain pakaian muslim yang modis namun tetap memenuhi batasan syarat Islam, sehingga agenda seperti ini sangat layak untuk diadakan secara rutin setiap tahunnya.

​Rasa syukur mendalam turut disampaikan oleh desainer Isye Asyifa yang merasa bangga bisa diajak bergabung oleh WBR untuk mempertontonkan karya-karyanya. Di usianya yang telah menginjak 72 tahun, Isye berharap peragaan busana berkala ini dapat berfungsi sebagai jembatan motivasi bagi para perancang busana generasi muda yang akan datang. Ia berharap ke depannya ajang peragaan ini bisa dikemas menjadi jauh lebih sukses dan mampu melahirkan inovasi busana baru.

​Sementara itu, perancang busana Eriani Yusuf melihat esensi lain dari panggung fesyen ini sebagai medium yang efektif untuk melestarikan kekayaan nusantara. Eriani menyarankan agar acara serupa dilaksanakan setiap tahun agar kerajinan kain tradisional seperti tenun dan batik dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Melalui balutan busana kontemporer, identitas budaya Indonesia diharapkan tetap terjaga dan tidak luntur digerus zaman.

​Di sisi lain, desainer Erni Kosasih mengaku sangat tertarik mengikuti acara ini karena tantangan unik yang disodorkan, di mana pakaian rancangannya tidak dibawakan oleh model profesional melainkan oleh ibu-ibu komunitas WBR. Baginya, antusiasme dan keseruan para ibu di atas panggung justru memberikan nilai apresiasi yang sangat hidup dan berkesan. Erni pun menitipkan harapan agar tren busana muslim saat ini tetap mampu menjaga marwah agama dengan mematuhi pakem syariat, seperti tidak ketat dan tidak menerawang.

​Harapan yang tidak kalah menyentuh diutarakan oleh Iva Latifah dari Galeri Iva Busana Muslim, yang memuji keseruan acara perdana WBR di Graha Manggala Siliwangi ini. Iva memberikan usulan inovatif agar ke depannya panggung peragaan busana muslim ini juga dapat merangkul kelompok masyarakat yang lebih luas, termasuk mengajak rekan-rekan disabilitas untuk ikut serta tampil sebagai model. Menurutnya, inklusivitas tersebut akan membuat gelaran top model busana muslim menjadi jauh lebih bermakna dan menginspirasi banyak orang.

​Keseruan agenda hari itu pun ditutup dengan pengumuman para pemenang lomba modeling, di mana juri telah menetapkan pemenang untuk Juara 1, 2, 3, serta Harapan 1, 2, dan 3. Wajah-wajah bahagia tampak terpancar jelas dari para pemenang yang tidak menyangka bisa tampil memukau di hadapan ratusan pasang mata pengunjung pameran wastra nusantara.

​Secara keseluruhan, kolaborasi ciamik antara Wanoja Bentang Rancage, Maxindo, & IPBM jabar berhasil membuktikan bahwa ruang berekspresi bagi kaum perempuan tidak memiliki batasan usia. Melalui kombinasi aktivitas olahraga yang menyehatkan fisik dan panggung mode yang mengasah kreativitas estetika, acara ini sukses meninggalkan kesan mendalam sekaligus menjadi standar baru bagi pergelaran komunitas kreatif yang inklusif di Kota Bandung.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )