Finish
Minggu, 18 Oktober 2026
BANDUNG — Puncak perhelatan akbar ITB Ultra Marathon 2026 dan ITB Ultra Fun Run 2026 yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, menyisakan cerita membanggakan dari berbagai komunitas lari. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah aksi gemilang dari tim Bea Cukai Runners yang berhasil menuntaskan rute ekstrem dari Jakarta menuju garis finis di Kampus ITB Ganesha, Bandung. Kehadiran tim ini tidak hanya menambah semarak kompetisi, tetapi juga membawa semangat sportivitas tinggi dalam mendukung penggalangan Dana Lestari pendidikan yang diusung oleh panitia penyelenggara.
Ajang ITB Ultra Marathon tahun ini kembali menjadi daya tarik utama bagi para pegiat lari jarak jauh dengan menempuh jarak luar biasa sejauh 180 kilometer. Para peserta ditantang melewati rute penuh perjuangan yang membentang mulai dari Jakarta, melintasi Bogor, Puncak, Cianjur, Padalarang, dan Cimahi, sebelum akhirnya disambut sorak-sorai penonton di Kampus ITB Ganesha, Bandung. Di tengah ribuan peserta yang tumpah ruah memeriahkan gelaran akbar ini, Bea Cukai Runners tampil solid dan terorganisir dengan mengandalkan strategi kerja sama tim yang matang.
Dalam ajang bergengsi ini, Bea Cukai Runners berpartisipasi dalam kategori relay 16 untuk menaklukkan jarak 180 kilometer secara estafet. Kapten Tim Bea Cukai Runners, Patrick Nackok, menjelaskan bahwa format estafet ini melibatkan 16 pelari yang berlari secara bergantian dari titik awal di Jakarta hingga garis akhir di Bandung. Setiap pelari memegang peran krusial untuk menjaga ritme kecepatan, stamina, dan konsistensi agar target waktu keseluruhan dapat tercapai secara maksimal tanpa kendala berarti di sepanjang perjalanan.
Perjuangan panjang melintasi berbagai kontur jalan raya yang menantang akhirnya terbayar lunas setibanya di Kota Kembang. Patrick Nackok menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena seluruh anggota timnya berhasil menyelesaikan seluruh etape dengan kondisi sehat, kuat, dan mencapai garis finis secara finish strong. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kedisiplinan dan kerja keras yang telah mereka bangun bersama selama masa persiapan menjelang hari perlombaan yang dinanti-nantikan ini.
Bagi Bea Cukai Runners, keikutsertaan pada tahun 2026 ini merupakan catatan partisipasi yang kedua kalinya dalam ajang ultra marathon yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung tersebut. Patrick mengenang bahwa pada keikutsertaan perdana mereka sebelumnya, tim sempat menembus jajaran lima besar dalam kategori nonkompetitif. Belajar dari pengalaman masa lalu tersebut, tim memutuskan untuk tampil dengan persiapan yang jauh lebih matang, serius, dan terarah demi meraih hasil yang lebih membanggakan.
Persiapan intensif pun menjadi kunci utama di balik kesuksesan performa Bea Cukai Runners tahun ini. Patrick mengungkapkan bahwa timnya telah menjalani program latihan khusus yang terukur selama kurang lebih dua bulan penuh sebelum hari pelaksanaan. Melalui latihan fisik yang disiplin dan terstruktur, setiap pelari dipersiapkan secara optimal agar mampu beradaptasi dengan rute berat dan memberikan performa terbaik saat tiba gilirannya turun ke lintasan estafet.
Selain ambisi pribadi untuk meraih prestasi tertinggi, keikutsertaan Bea Cukai Runners juga dilandasi oleh niat mulia untuk mendukung misi sosial acara ini. Patrick berharap penyelenggaraan ITB Ultra Marathon ke depannya akan terus maju dan seluruh panitia senantiasa diberi kesehatan dalam mengemban misi mulia. Ia juga mendoakan agar Dana Lestari pendidikan yang terkumpul dari ajang ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam sektor pendidikan tinggi.
Keberhasilan menembus garis akhir tentu tidak lepas dari kekompakan dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh anggota tim di lapangan. Sebagai kapten, Patrick menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada rekan-rekan setimnya atas semangat juang yang tak pernah padam. Menurutnya, pencapaian gemilang ini adalah hasil kerja keras kolektif di mana setiap pelari memberikan kontribusi terbaiknya, sebab tidak mungkin sebuah tim estafet dapat sukses tanpa peran aktif dari setiap individu di dalamnya.
Puncak acara ITB Ultra Marathon 2026 di Kampus ITB Ganesha Bandung pun ditutup dengan suasana penuh kebersamaan, kebanggaan, dan selebrasi kemenangan para pelari. Kehadiran komunitas seperti Bea Cukai Runners membuktikan bahwa olahraga lari jarak jauh dapat menjadi sarana yang efektif untuk mempererat kebersamaan sekaligus berbuat kebaikan bagi sesama. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pelari dari Jakarta hingga Bandung ini diharapkan dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk hidup sehat dan peduli terhadap dunia pendidikan Indonesia.
What's Your Reaction?