Rayakan 'Three-Peat' Sejarah Baru, Komisaris Persib Kuswara S. Taryono Apresiasi Eksibisi Seni 'Cultura Persib' di Braga

Selasa, 9 Juni 2026

Jun 9, 2026 - 15:13
Jun 9, 2026 - 15:26
 0  12
Rayakan 'Three-Peat' Sejarah Baru, Komisaris Persib Kuswara S. Taryono Apresiasi Eksibisi Seni 'Cultura Persib' di Braga

​BANDUNG — Manajemen Persib Bandung resmi menggandeng Grey Art Gallery untuk meluncurkan ruang ekshibisi seni bertajuk “Cultura Persib”. Pameran budaya berskala besar ini resmi menyapa publik di Grey Art Gallery, kawasan legendaris Braga, Kota Bandung, mulai 8 Juni hingga 10 September 2026. Gelaran ini sengaja mengangkat linimasa perjalanan, akar identitas, serta warisan historis yang mengikat erat posisi Persib sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat Kota Kembang selama lebih dari sembilan dekade.

​Acara peluncuran ruang ekshibisi seni yang istimewa ini turut dihadiri oleh Kuswara S. Taryono, S.H., M.H., sosok penting di manajemen Persib Bandung yang menjabat sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Dalam kehadirannya, pria yang juga dikenal luas sebagai advokat senior berpengalaman ini memberikan ucapan selamat dan sukses atas peluncuran "Cultura Persib". Beliau menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap inisiatif kreatif ini, sembari menyelipkan harapan agar Persib semakin dicintai oleh masyarakat dan kian jaya hingga mampu menjadi klub yang mendunia di masa depan.

​Kehadiran Kuswara S. Taryono dalam acara budaya ini mencerminkan sisi lain dari dedikasinya yang multisektoral. Sebelum aktif di jajaran manajemen Pangeran Biru, Kuswara telah mengabdi di dunia hukum selama lebih dari tiga dekade, dikenal sebagai advokat berintegritas, profesional, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui Kantor Advokat Kuswara S. Taryono & Associates yang didirikannya sejak tahun 1987, ia aktif menangani perkara litigasi maupun nonlitigasi dari level korporasi hingga lingkungan hidup, dengan prinsip teguh bahwa bantuan hukum juga harus menyentuh masyarakat yang lemah secara ekonomi.

​Selain piawai mengawal hukum dan aktif sebagai penggerak berbagai organisasi advokat di Bandung serta menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi, Kuswara kini bersama jajaran manajemen PT PBB terus mengawal momentum emas klub. Pameran "Cultura Persib" ini sendiri menjadi sangat momentum karena digelar tepat setelah skuat Maung Bandung menorehkan tinta emas di lapangan hijau. Persib baru saja mencatatkan rekor fantastis dengan menjuarai kompetisi Liga 1 Indonesia selama tiga musim berturut-turut (three-peat), yaitu pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan musim terbaru 2025/2026.

​Rekor bersejarah tersebut menobatkan Persib sebagai klub pertama dan satu-satunya pada era modern Liga 1 yang sanggup merajai kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional selama tiga musim beruntun. Melalui pendekatan estetika seni dan budaya, "Cultura Persib" ingin mengajak masyarakat luas memandang klub dari kacamata yang lebih radikal. Ekshibisi ini menempatkan Persib bukan lagi sekadar klub sepak bola yang mengejar si kulit bundar di atas rumput, melainkan sebuah wadah pertemuan rupa-rupa narasi, nilai kehidupan, letupan kreativitas, serta memori kolektif yang terus mengalir antar-generasi.

​Guna menghadirkan pengalaman visual yang kaya bagi para pengunjung, manajemen Cultura Persib melibatkan puluhan seniman lintas disiplin, kreator konten, hingga kontributor sejarah lewat skema Invitation Artist, Open Call Artist, hingga Contribution Artist. Hasil kolaborasi ini melahirkan 95 karya seni dan objek autentik yang dipamerkan di ruang galeri. Pengunjung dapat menikmati beragam sudut pandang mengenai sejarah klub, budaya Bobotoh, perkembangan Kota Bandung, mulai dari seni rupa, mural, instalasi visual, arsip sejarah, memorabilia, hingga deretan jersey bersejarah.

​Sanjungan setinggi-tingginya atas terselenggaranya pameran kreatif ini juga dilayangkan oleh Komisaris PT PBB sekaligus Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. Tokoh sepak bola Jawa Barat tersebut menegaskan bahwa rentetan gelar juara yang diraih Persib dalam beberapa musim terakhir bukanlah milik internal klub semata. Gelar-gelar tersebut adalah hak mutlak seluruh Bobotoh dan masyarakat yang selama ini setia tumbuh bersama tim, sehingga eksibisi seni ini dipersembahkan sebagai ruang bersama untuk merayakan kejayaan bersejarah tersebut.

​Lebih lanjut, Umuh Muchtar berharap pameran ini mampu membuka mata publik bahwa di balik megahnya setiap trofi dan tensi tinggi pertandingan 90 menit, ada jalinan sejarah, nilai sosial, kreativitas tanpa batas, serta ikatan emosional yang kuat. Momentum pameran ini terasa kian sakral karena bergulir tepat setelah musim kompetisi yang bersejarah berakhir, dan dijadwalkan akan resmi menutup pintunya menjelang sepak mula (kick-off) kasta baru Super League musim kompetisi 2026/2027 mendatang.

​Pandangan senada datang dari Pemilik (Owner) Grey Art Gallery, Elia Yoesman, yang menegaskan bahwa gagasan melahirkan "Cultura Persib" bersumber dari keyakinan penuh bahwa Persib merupakan salah satu fenomena budaya paling masif dan berpengaruh di Bandung. Kehadiran magis Persib tidak hanya menggema di tribun stadion, tetapi juga hidup, bernyawa, dan menginspirasi berbagai ruang sosial serta industri kreatif masyarakat kota. Keterlibatan aktif para seniman lintas disiplin ini menjadi bukti nyata bagaimana sepak bola telah sukses menembus batas sekatnya untuk bertransformasi menjadi identitas budaya kota.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )