Rakernas I ALPA Indonesia Digelar di Bandung, Perkuat Sinergi Peningkatan SDM Berdaya Saing Global
Kamis, 12 Februari 2026
Bandung - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 ALPA Indonesia (Perkumpulan Pelatihan Bahasa Jepang Seluruh Indonesia) digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, di Grandia Hotel, Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Kegiatan ini mengusung semangat “Sinergis Membangun Negeri Melalui Peningkatan Kualitas SDM Berdaya Saing Global.”
Rakernas perdana ini menjadi momentum penting bagi organisasi yang menaungi lembaga pelatihan bahasa Jepang di seluruh Indonesia untuk memperkuat koordinasi, evaluasi program, serta menyusun arah strategis pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif di tingkat internasional.
Ketua Umum ALPA Indonesia, Rawin, S.S., dalam wawancara bersama awak media menjelaskan bahwa tujuan utama Rakernas adalah mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya sekaligus merumuskan rencana kerja organisasi untuk tahun 2026.
Menurut Rawin, ALPA Indonesia berkomitmen untuk semakin memberikan kontribusi nyata bagi para anggotanya yang merupakan lembaga pelatihan bahasa Jepang. Selain itu, organisasi juga ingin berperan aktif membantu pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi bahasa untuk menghadapi persaingan global.
“Kami ingin terus berkontribusi kepada anggota sekaligus mendukung pemerintah dalam menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi bahasa dan siap bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Rakernas ini diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Para peserta mewakili sejumlah regional yang selama ini menjadi basis pengembangan lembaga pelatihan bahasa Jepang di tanah air.
Dalam forum tersebut, perwakilan wilayah yang hadir meliputi enam regional, di antaranya Jawa Barat yang dibagi menjadi tiga wilayah, Jawa Tengah empat wilayah, Jawa Timur satu wilayah, Aceh, serta Lampung. Kehadiran peserta lintas daerah ini diharapkan memperkuat koordinasi nasional dalam pengembangan pelatihan bahasa Jepang.
Selain menyusun program kerja, Rakernas juga menjadi forum konsolidasi organisasi. Rawin menyampaikan imbauan kepada seluruh anggota agar tertib administrasi, khususnya terkait perizinan lembaga pelatihan serta kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Ia menegaskan bahwa tata kelola lembaga yang baik menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kredibilitas pelatihan serta kualitas lulusan. Dengan sistem yang tertib dan terstandar, lembaga pelatihan diharapkan mampu menghasilkan SDM yang benar-benar siap kerja.
ALPA Indonesia juga menegaskan perannya sebagai ujung tombak dalam penyiapan kompetensi bahasa, khususnya bahasa Jepang, bagi tenaga kerja Indonesia. Organisasi berharap dapat terus dilibatkan pemerintah dalam berbagai program pengembangan SDM nasional.
Melalui Rakernas pertama ini, ALPA Indonesia optimistis sinergi antara lembaga pelatihan, pemerintah, dan dunia industri dapat semakin kuat, sehingga mampu mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul, profesional, dan berdaya saing global.
What's Your Reaction?