Penampilan Memukau Persatuan Pejuang Wanita Indonesia (PPWI) di Pameran Kembang Nusa 2026: Teladan Rasulullah dan Semangat Kebangsaan dalam Balutan Puisi Religi

Jumat, 2 Oktober 2026

Oct 2, 2026 - 09:40
Oct 2, 2026 - 16:48
 0  118
Penampilan Memukau Persatuan Pejuang Wanita Indonesia (PPWI) di Pameran Kembang Nusa 2026: Teladan Rasulullah dan Semangat Kebangsaan dalam Balutan Puisi Religi

​Bandung - Belasan pengurus dan anggota Persatuan Pejuang Wanita Indonesia (PPWI) sukses memukau ratusan tamu undangan serta pengunjung yang memadati panggung utama acara Pameran Kembang Nusa 2026. Acara yang meriah ini diselenggarakan pada hari Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di Graha Manggala Siliwangi yang berlokasi di Jalan Aceh No. 66, Bandung. Kehadiran para srikandi PPWI di panggung utama berhasil mencuri perhatian berkat penampilan seni yang sarat makna dan menyentuh hati.

​Dalam kesempatan tersebut, para anggota PPWI membawakan "Theatrical Puisi" pembacaan puisi secara bergantian yang dipadukan secara harmonis dengan alunan musik religi Islam. Dengan judul puisi : "Muhammad-kan hamba yaa Robbi". Penampilan yang penuh penghayatan ini tidak hanya menyuguhkan keindahan seni sastra dan suara, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang mendalam kepada seluruh penonton yang hadir di gedung pertemuan tersebut. Setelah penampilan theatrical, mereka bernyanyi bersama di iringi group musik "Beat Best" pimpinan Edy Muchlas.

​Seusai penampilan yang memukau, awak media berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Pejuang Wanita Indonesia (PPWI) masa bakti 2026–2031, Dr. Dra. Hj. Raden Ajeng Ike Dewi Sartika, M.Pd. Ketika ditanya mengenai latar belakang dan isi dari puisi yang dibawakan, beliau menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut sangat erat kaitannya dengan suasana keagamaan yang sedang dirasakan oleh umat Islam.

​Lebih lanjut, Dr. Dra. Hj. Raden Ajeng Ike Dewi Sartika, M.Pd. memaparkan bahwa saat ini masyarakat masih berada dalam suasana momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau menegaskan bahwa sifat serta perilaku mulia Nabi merupakan teladan utama bagi seluruh umatnya yang harus senantiasa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pihaknya mengangkat sebuah syair puisi karya Emha Ainun Nadjib yang menjadi favorit mereka untuk ditampilkan ke hadapan publik.

​Pilihan syair puisi favorit tersebut diangkat kembali dengan tujuan khusus, yakni untuk membangkitkan dan membangun kembali jiwa serta kecintaan yang mendalam terhadap Rasulullah SAW. Beliau menambahkan bahwa momentum pementasan ini terasa sangat tepat karena bertepatan dengan suasana srakalan atau perayaan Maulid Nabi yang masih hangat dirasakan oleh masyarakat luas di berbagai penjuru daerah. 

​Ketika disinggung mengenai korelasi antara pembacaan puisi religi tersebut dengan identitas organisasi Persatuan Pejuang Wanita Indonesia, beliau menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat dan bermakna. Organisasi ini memiliki misi untuk terus memberikan motivasi serta mengobarkan semangat juang para kaum ibu dalam menjalankan peran ganda mereka di tengah dinamika kehidupan modern saat ini.

​Menurut pandangannya, para ibu rumah tangga harus tetap memiliki semangat juang yang tinggi demi mewujudkan keharmonisan dan kebahagiaan dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah. Nilai-nilai luhur perjuangan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW juga dijadikan sebagai landasan serta sumber inspirasi perjuangan kaum perempuan untuk mencapai tujuan tersebut.

​Sebagai penutup dari rangkaian wawancara tersebut, Dr. Dra. Hj. Raden Ajeng Ike Dewi Sartika, M.Pd. memberikan imbauan serta harapan yang membakar semangat bagi seluruh ibu-ibu pejuang wanita, baik yang berada di Kota Bandung, wilayah Jawa Barat, maupun di kancah nasional. Beliau berpesan agar para perempuan senantiasa tigin—sebuah istilah dalam bahasa Sunda yang bermakna teguh pendirian, konsisten, dan senantiasa berkomitmen kuat terhadap perjuangan kaum wanita agar memiliki masa depan yang jauh lebih cerah.

​Selain itu, salah seorang pengurus PPWI lain yang mendampingi Beliau turut menambahkan dimensi historis dan kebangsaan pada momen penting tersebut. Beliau mengingatkan bahwa tanggal 1 Oktober juga bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, sehingga kegiatan ini tidak sekadar mengenang sejarah masa lalu, melainkan menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

​Persatuan Pejuang Wanita Indonesia (PPWI) sendiri dikenal luas sebagai sebuah organisasi wanita di Indonesia yang memiliki fokus kuat pada upaya pemberdayaan perempuan di berbagai bidang strategis. Melalui gerakannya, organisasi ini aktif mendorong kemajuan perempuan dalam sektor ekonomi, pendidikan, pertanian, hingga pelestarian budaya guna menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )