Melok Besari Bersama CBN Pukau Publik di Talkshow Budaya Patikrama Etika Sunda Lewat Busana Kebaya dan Teatrikal Kaulinan Barudak
Jumat, 2 Oktober 2026
Bandung — Graha Manggala Siliwangi di Jalan Aceh No. 66, Kota Bandung, mendadak menjadi pusat perhatian publik pada Kamis, 01 Oktober 2026. Gedung tersebut dipadati oleh para penggiat budaya, tamu undangan, dan pengunjung yang antusias menghadiri perhelatan akbar bertajuk Talkshow Budaya Patikrama Etika Sunda (Naskah Kuno Amanat Galunggang) yang dimulai tepat pada pukul 11.00 WIB. Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang kebudayaan dan kemasyarakatan untuk menggali nilai-nilai luhur warisan leluhur Nusantara.
Kehadiran para narasumber terkemuka memberikan bobot tersendiri bagi jalannya diskusi budaya yang mendalam mengenai kearifan lokal. Jajaran narasumber dan pengisi acara yang hadir di antaranya adalah Ambu Rita Laraswati selaku Ketua Yayasan 13 Buhun, Melok Besari selaku Ketua Umum Komunitas Cinta Budaya Nusantara (CBN), serta Syafrial, SE selaku Ketua PSP. Selain itu, hadir pula Hendi Rohendi, S.Sn., M.Sn. dari Disbudpar Kota Bandung, serta Denny Gaclik yang tampil memandu acara sebagai pemandu acara atau moderator secara interaktif.
Sebagai salah satu narasumber utama, Melok Besari mengungkapkan bahwa untuk merealisasikan nilai-nilai luhur PatiKrama Sunda secara nyata, upaya edukasi tidak hanya harus ditanamkan di lingkungan keluarga, tetapi juga wajib diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai bentuk penguatan pelajaran budi pekerti. Agar implementasinya tidak sekadar menjadi teori, proses pembelajaran ini harus dipraktikkan dengan serius melalui teladan nyata, di mana para guru, orang tua, dan masyarakat secara aktif mengawasi, membimbing, serta memberikan contoh perilaku luhur yang ideal dalam kehidupan sehari-hari.
Sorotan utama dalam perhelatan ini tertuju pada kehadiran belasan ibu-ibu dari Komunitas Cinta Budaya Nusantara (CBN) yang berhasil menyedot perhatian publik yang memadati lokasi acara. Komunitas sosial kemasyarakatan ini dikenal sangat aktif dalam melestarikan kebudayaan, menjaga kelestarian lingkungan, serta konsisten melakukan berbagai aksi sosial nyata di tengah masyarakat. Penampilan mereka tampil memikat dengan ciri khas balutan busana kebaya tradisional yang elegan, mencerminkan identitas budaya bangsa yang kuat.
Kehadiran rombongan komunitas ini dipimpin secara langsung oleh sang ketua umum sekaligus pendiri CBN, Melok Besari, yang tampil sebagai salah satu narasumber utama dalam talkshow tersebut. Sosok Melok Besari sendiri sudah dikenal luas di kancah publik sebagai seorang tokoh pemerhati budaya Kota Bandung yang berdedikasi tinggi. Selain kiprahnya di bidang sosial dan budaya, ia juga dikenal sebagai adik kandung dari almarhumah Ibu Ainun Habibie, yang menambah inspirasi tersendiri bagi para peserta yang hadir.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan disajikannya berbagai macam pentas seni tradisional yang memukau sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pengisi acara menampilkan ragam kesenian, mulai dari pertunjukan Rampak Sekar yang menggelegar, alunan musik Angklung yang merdu, pembacaan puisi yang menyentuh hati, hingga peragaan busana yang anggun. Tidak ketinggalan, pementasan Tari Topeng serta ragam kesenian lainnya turut memperkaya khazanah panggung utama Graha Manggala Siliwangi pada siang hari itu.
Puncak kehangatan acara mulai terasa seusai sesi talkshow budaya selesai dilaksanakan, di mana belasan anggota CBN mengambil alih panggung utama untuk melakukan peragaan busana. Dengan mengenakan busana kebaya yang indah, para anggota CBN melangkah dengan penuh percaya diri di atas panggung utama. Lenggak-lenggok gemulai serta senyum hangat yang terpancar dari para ibu-ibu ini berhasil membuat suasana ruangan menjadi semakin hangat, meriah, dan mendapat sambutan meriah dari para penonton.
Penampilan memukau dari komunitas CBN ternyata tidak berhenti sampai di situ saja dalam rangkaian acara hari itu. Setelah sukses dengan peragaan busana kebaya, belasan anggota CBN kembali melanjutkan penampilannya dengan mempersembahkan sebuah drama musikal teatrikal bertema kaulinan barudak. Aksi panggung yang kreatif ini berhasil menghidupkan kembali memori kolektif tentang permainan tradisonal anak-anak masa lampau melalui pendekatan seni teater yang segar dan menghibur.
Suasana di dalam gedung pun seketika berubah menjadi riuh penuh tawa dan sukacita manakala para tamu undangan serta pengunjung menyaksikan aksi panggung tersebut. Para penonton tampak sangat terhibur melihat totalitas belasan anggota CBN yang dengan lincah menirukan gaya, gerak-gerik, serta polah ceria anak kecil. Gelak tawa dan tepuk tangan meriah terus bergema sepanjang pementasan drama musikal teatrikal kaulinan barudak tersebut berlangsung di hadapan publik Bandung.
Melalui keikutsertaan aktif dalam perhelatan Patikrama Etika Sunda ini, Komunitas CBN kembali membuktikan eksistensi dan komitmen nyata mereka dalam menjaga warisan budaya bangsa. Penampilan yang memadukan unsur edukasi melalui talkshow naskah kuno serta ekspresi seni kreatif lewat busana dan teater menjadi formula ampuh dalam mendekatkan kembali nilai budaya kepada masyarakat luas. Hal ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dikemas secara menarik, membumi, dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia.
Acara Talkshow Budaya Patikrama Etika Sunda di Graha Manggala Siliwangi ini akhirnya ditutup dengan kesan yang mendalam bagi seluruh pihak yang hadir. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah, yayasan kebudayaan, dan komunitas masyarakat seperti CBN dalam merawat jatidiri bangsa. Kehadiran tokoh-tokoh inspiratif seperti Melok Besari beserta anggotanya diharapkan dapat terus memantik semangat generasi muda untuk senantiasa mencintai, merawat, dan membanggakan kekayaan budaya nusantara di masa depan.
What's Your Reaction?