LKP Karya Duta Jadi Pelaksana Kursus dan Pelatihan Barista Kopi bagi Peserta Didik Kesetaraan di Kota Bandung
Jum'at, 7 November 2025
Bandung - Pemerintah Kota Bandung terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi. Salah satu langkah nyatanya terlihat dalam kegiatan Kursus dan Pelatihan Barista Kopi bagi Peserta Didik Kesetaraan, yang digelar di Grand Asrilia Hotel Bandung pada 6–8 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Karya Duta, yang beralamat di Jl. Pahlawan No. 28, Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.
Pelatihan yang diikuti oleh 80 peserta dari siswa kejar Paket C ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung untuk memperkuat pendidikan vokasi dan membuka peluang kerja baru bagi lulusan kesetaraan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur LKP Karya Duta, Zoelkifli M. Adam, yang juga menjadi salah satu penggerak pelatihan keterampilan di Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa pelatihan vokasi seperti ini merupakan langkah strategis untuk menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini masih berada di angka 7,4 persen. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas dinas untuk memperluas dampak pelatihan. “Bukan hanya Dinas Pendidikan, tetapi juga Dinas KUKM, Dinas Ketenagakerjaan, dan Dinas Sosial harus bergerak bersama,” ujarnya.
Menurut Farhan, pelatihan barista kopi dipilih karena memiliki prospek yang sangat baik di pasar kerja dan sejalan dengan gaya hidup masyarakat masa kini. “Barista adalah bidang dengan potensi besar, terutama di Bandung yang dikenal sebagai kota kreatif dan surga kuliner. Keterampilan ini bisa langsung diterapkan untuk bekerja maupun berwirausaha,” kata Farhan.
Selain pelatihan barista, Pemkot Bandung juga tengah fokus mengembangkan dua bidang lain, yaitu pastry dan beauty (tata rias). Ketiga bidang ini dinilai paling cepat terserap oleh pasar kerja dan mendukung terciptanya wirausaha muda baru di Bandung. “Kita fokus dulu di tiga bidang itu karena hasilnya cepat dan peluangnya besar,” tambah Farhan.
Sementara itu, Zoelkifli M. Adam, Direktur LKP Karya Duta, menyampaikan bahwa lembaganya berkomitmen menghadirkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri dan tren ekonomi kreatif. “Kami ingin para peserta tidak hanya bisa membuat kopi, tapi memahami nilai bisnis di balik secangkir kopi. Pelatihan ini melatih disiplin, kreativitas, dan semangat wirausaha,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa materi pelatihan mencakup teori dasar kopi, teknik penyeduhan, pelayanan pelanggan, hingga praktik membuat minuman berbasis espresso. Peserta juga mendapat kesempatan praktik langsung menggunakan mesin kopi profesional untuk menyiapkan diri memasuki dunia kerja.
Farhan juga menyoroti bahwa tantangan pengangguran di Bandung bukan hanya karena kurangnya lapangan kerja, tetapi juga karena ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri (mismatch). Oleh karena itu, pelatihan seperti yang digelar LKP Karya Duta menjadi solusi nyata untuk menjembatani kesenjangan tersebut. “Pemerintah harus jadi penghubung agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tegasnya.
Ia juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai bekal kemandirian. “Bisnis kopi punya nilai ekonomi tinggi di Bandung, dari penjual kopi keliling sampai kedai modern. Asal ada kemauan dan kreativitas, peluang selalu terbuka,” ujarnya memberi semangat.
Pelatihan barista ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para peserta kejar Paket C untuk mendapatkan keterampilan yang bernilai dan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi. Melalui dukungan LKP Karya Duta dan kolaborasi berbagai pihak, kegiatan ini menjadi bagian dari visi besar “Bandung Utama” — kota yang unggul dalam kualitas sumber daya manusia, kreatif, dan sejahtera.
What's Your Reaction?