Disbudpar Kota Bandung Apresiasi Talkshow Budaya 'Patikrama Etika Sunda', Dorong Naskah Kuno Amanat Galunggung Diterapkan Generasi Muda
Kamis, 1 Oktober 2026
Bandung - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan talkshow budaya bertajuk "Patikrama Etika Sunda" yang mengangkat nilai-nilai luhur dari Naskah Kuno Amanat Galunggung. Acara yang digagas oleh Yayasan Sunda Tigabelas Buhun ini dinilai sebagai langkah strategis yang sangat jarang dilakukan dalam upaya pemajuan serta pelestarian kebudayaan lokal di tengah masyarakat modern saat ini.
Kegiatan yang sarat dengan muatan kearifan lokal tersebut dilangsungkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di Graha Mangkala Siliwangi, Jalan Aceh No. 66, Kota Bandung. Acara ini dimulai pukul 11.00 WIB dan sukses menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pemerhati budaya, pelajar, hingga masyarakat umum yang hadir memadati lokasi kegiatan.
Pamong Budaya Ahli Muda sekaligus Sub Koordinator Promosi Produk Budaya dan Kesenian Disbudpar Kota Bandung, Hendi Rohendi, S.Sn., M.Sn., hadir langsung sebagai salah satu narasumber penting dalam acara tersebut. Dalam wawancaranya bersama awak media, beliau menyampaikan pandangan mendalam mengenai relevansi materi yang dibawakan dengan kondisi kehidupan sosial saat ini.
Menurut Hendi Rohendi, pelestarian kebudayaan dapat ditempuh melalui berbagai macam cara kreatif dan edukatif, salah satunya melalui kajian naskah kuno. "Patikrama Etika Sunda ini diambil dari naskah kuno Amanat Galunggung yang mengajarkan etika tata krama Sunda, dan itu sangat nyambung dengan keadaan kita hari ini," ungkapnya memberikan penegasan.
Lebih lanjut, ketika disinggung mengenai bentuk dukungan dari pihak pemerintah, Hendi menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung senantiasa membuka ruang kolaborasi yang luas. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui sinergi lintas sektor, termasuk kerja sama aktif agar perhelatan akbar pelestarian budaya ini dapat terselenggara dengan lancar dan sukses.
Acara talkshow budaya ini sendiri tidak hanya menghadirkan diskusi mendalam, tetapi juga diramaikan oleh sejumlah tokoh penting di bidang kebudayaan. Jajaran narasumber dan pengisi acara yang turut memeriahkan kegiatan ini antara lain Ambu Rita Laraswati selaku Ketua Yayasan 13 Buhun, Melok Besari selaku Ketua Umum CBN, Syafrial, SE selaku Ketua PSP, serta dipandu oleh Denny Gaclik sebagai pemandu acara atau moderator.
Kemeriahan perhelatan ini semakin lengkap dengan adanya pergelaran pentas seni tradisional yang memukau para penonton yang hadir di Graha Mangkala Siliwangi. Berbagai atraksi seni yang ditampilkan meliputi pertunjukan rampak sekar, alunan merdu angklung, pembacaan puisi yang menggugah jiwa, peragaan busana (fashion show), permainan tradisi kaulinan barudak, hingga keindahan gerakan tari topeng khas Sunda.
Melalui penyelenggaraan acara ini, Hendi Rohendi menyampaikan harapan besar agar gaung pelestarian budaya tidak berhenti sekadar menjadi wacana atau selesai di atas panggung semata. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi anak-anak usia dini dan remaja di tingkat satuan pendidikan dasar hingga menengah.
Pemerintah Kota Bandung, yang memiliki kewenangan pembinaan di ranah pendidikan usia sekolah, berharap nilai-nilai luhur tersebut dapat diajarkan secara berkesinambungan kepada para peserta didik. Dengan demikian, karakter generasi penerus bangsa akan senantiasa terjaga melalui pengamalan nilai budaya lokal.
"Harapannya tentu ini tidak hanya sebatas talkshow yang beres sampai di panggung, tapi juga harus bisa dilaksanakan oleh khususnya anak-anak kita, usia TK, SD, SMP sebagai kewenangannya Kota Bandung kan di ranahnya itu. Bisa dilaksanakan oleh anak-anak didik kita, biar tata krama tetap terjaga, andhap asor, rukun, dan lain-lain," pungkas Hendi menutup wawancara.
What's Your Reaction?