ASEAN
Rabu, 21 Oktober 2026
Bandung - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sukses menggelar Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) atau Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara ke-44 yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat.
Mengusung tema “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity through Inclusive and Sustainable Industrialisation”, ajang bergengsi ini mempertemukan para pemimpin organisasi keinsinyuran, akademisi, pelaku industri, hingga pemangku kepentingan dari 11 negara ASEAN untuk merancang masa depan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam perhelatan strategis yang menyoroti transformasi digital dan pengembangan teknologi ini, BISA AI Academy turut hadir memberikan dukungannya terhadap sinergi dan kolaborasi lintas negara dalam memajukan kompetensi insinyur dan tenaga profesional di Asia Tenggara.
Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran insinyur tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur fisik dan energi, tetapi juga dalam penguasaan teknologi digital dan inovasi cerdas guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Kehadiran BISA AI Academy sejalan dengan visi besar konferensi tersebut, mengingat lembaga pelatihan resmi di bawah PT Bisa Artifisial Indonesia ini berfokus penuh pada pengembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), data science, keamanan siber (cyber security), serta penguatan literasi teknologi digital modern.
Berpusat di Jalan Banda No. 30, Kota Bandung, BISA AI Academy memiliki komitmen kuat untuk menjembatani kebutuhan industri masa depan melalui berbagai program unggulan, mulai dari kelas belajar mandiri gratis, masterclass, bootcamp intensif, hingga jalur pembelajaran strategis seperti Generative AI, AI Content Creation, dan Full Stack Development.
Selama rangkaian acara CAFEO 44 yang turut membahas tantangan krusial seperti mitigasi perubahan iklim, penanganan kebakaran hutan berbasis teknologi, serta efisiensi industrialisasi, peran talenta digital dan pemanfaatan sistem cerdas menjadi elemen kunci yang terus didorong oleh lembaga-lembaga inovatif.
Melalui partisipasi dan dukungan ini, BISA AI Academy berharap para insinyur serta profesional muda di Indonesia maupun kawasan ASEAN dapat semakin adaptif mengintegrasikan teknologi kecerdasan artifisial ke dalam setiap solusi rekayasa yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemanusiaan.
Pemilihan Kota Bandung sebagai tuan rumah CAFEO 44 pun dinilai sangat tepat karena kota ini dikenal sebagai pusat riset, pendidikan, dan inovasi teknologi strategis di Indonesia, tempat di mana ekosistem kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pelatihan seperti BISA AI Academy dapat tumbuh pesat.
PII bersama para pemangku kepentingan, termasuk ekosistem teknologi seperti BISA AI Academy, optimis bahwa hasil dari konferensi ini mampu melahirkan aksi nyata, kemitraan lintas negara yang kokoh, serta cetak biru teknologi yang menjadikan kawasan ASEAN semakin tangguh dan kompetitif di kancah global.
What's Your Reaction?