Great Bandung 2025: Belanja Bayar Pakai Sampah, Gerakan Kreatif Warga Bangun Kota Bersih & Berdaya

Minggu, 19 Oktober 2025

Oct 19, 2025 - 09:11
Oct 19, 2025 - 09:25
 0  34
Great Bandung 2025: Belanja Bayar Pakai Sampah, Gerakan Kreatif Warga Bangun Kota Bersih & Berdaya

Bandung — Acara Great Bandung 2025 kembali hadir dengan konsep unik “Bazar Bayar Pakai Sampah” yang digelar di halaman Balai Kota Bandung, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan yang telah memasuki tahun keempat ini menjadi simbol kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan Pemerintah Kota Bandung untuk membangun kesadaran pengelolaan sampah secara kreatif dan berkelanjutan.

Ketua Great Bandung, Dr. Kikit Wirianti Sugata, SH., menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini mengusung konsep berbeda, di mana warga dapat membeli berbagai kebutuhan sehari-hari dengan menukarkan sampah yang telah dipilah. Sampah tersebut dikategorikan menjadi sekitar 70 jenis, meliputi kaca, logam, plastik, kertas, dan bahan lainnya yang bernilai daur ulang.

Setelah dilakukan penimbangan, nilai dari sampah warga akan dikonversi menjadi voucher belanja yang bisa digunakan untuk membeli berbagai produk di area bazar. “Khusus hari ini, setiap voucher diberi bonus tambahan 50 persen, agar warga bisa berbelanja lebih banyak dengan semangat gembira,” ujar Dr. Kikit dengan antusias.

Beragam produk tersedia di bazar, mulai dari sembako hasil kerja sama dengan ritel besar seperti Yogya dan Griya, meliputi beras, gula, dan minyak goreng, hingga pakaian, tas, dan sepatu dengan harga terjangkau mulai dari Rp2.000. Tidak hanya itu, tiap kecamatan di Kota Bandung juga menghadirkan stan UMKM lokal yang menampilkan produk kreatif dan kuliner khas daerah masing-masing.

“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya soal belanja murah, tapi juga wadah untuk mengangkat kreativitas warga dan memperluas pasar produk UMKM Bandung,” tambah Dr. Kikit. Ia menegaskan bahwa Great Bandung merupakan ruang untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain bazar, panitia juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis seperti tes gula darah, kolesterol, dan asam urat. Tersedia pula layanan kacamata gratis bagi warga yang membutuhkan. Kuota peserta yang semula disiapkan untuk 1.000 orang bahkan melonjak hingga 1.300 peserta, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap acara ini.

Kegiatan semakin meriah dengan berbagai lomba daur ulang sampah serta pertunjukan seni budaya, mulai dari marching band, angklung, tari tradisional, fashion show, hingga line dance. Suasana Balai Kota Bandung pun dipenuhi keceriaan warga yang datang bersama keluarga.

Kepala Bagian Umum Setda Kota Bandung, Syukur Sabar, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ketika pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha bergandeng tangan, maka menjaga kebersihan kota akan lebih efektif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep “Bayar Pakai Sampah” sejalan dengan program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) yang terus digencarkan Pemerintah Kota Bandung. Program ini mendorong warga untuk mengubah perilaku pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga, serta memperkuat keberadaan TPS 3R dan bank sampah di berbagai wilayah.

“Semangat Great Bandung 2025 sangat sejalan dengan visi Bandung Utama — Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis. Menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan rasa syukur kepada Tuhan. Dari hal kecil seperti memilah sampah, dampaknya bisa besar bagi masa depan kota,” pungkas Syukur dengan penuh optimisme.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )